Home Theater Component: PC

PC, atau lebih tepatnya HTPC, merupakan inti dari media center yang sedang saya bangun. PC yang digunakan untuk home theater biasanya memiliki beberapa syarat yaitu: Senyap.

HTPC harus sesenyap mungkin. Apa enaknya kalau kita mengengar dengungan kipas PC saat menikmati suara Norah Jones, atau saat menyaksikan Tom Cruise tergantung di ruang server di Langley? Karena itu HTPC ideal harusnya tidak menggunakan kipas sama sekali. Tapi karena udara di Indonesia tidak terlalu mendukung PC tanpa kipas, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan:

  1. Gunakan kipas dengan diameter sebesar mungkin. Makin besar kipasnya, makin banyak volume udara yang bisa dipindahkan, sehingga kecepatan putaran kipas bisa kita set serendah mungkin, karena makin tinggi kecepatan putaran kipas, makin keras dengungan yang ditimbulkannya.  
  2. Batasi panas yang diciptakan oleh PC. Masih berhubungan dengan point 1 di atas, makin sedikit panas yang harus dibuang, makin rendah putaran kipas PC nya. Untuk membatasi panas, jangan gunakan CPU dan GPU dengan kemampuan yang berlebihan. Ingat, kita akan menonton film/mendengar lagu, bukannya menggambar desain arsitektur atau memain game edisi terkini, jadi gunakan CPU dan GPU secukupnya.

Untuk motherboard, saya pilih tipe M4A785G-HTPC keluaran asus karena sudah dilengkapi dengan GPU onboard ATI seri HD 4200, memiliki 4 expansion slot, dan onboard sound system tipe Envy HD yang menurut Asus sanggup mengeluarkan audio sampai dengan 10 channel dengan kualitas loss-less. Speaker yang saya miliki cuma 5.1 sih, tapi dengan gini saya bisa menunda pembelian Audio Receiver sampai kapan-kapan. ^_^

ATI HD 4200 memang bukan GPU tercanggih, tapi sudah cukup memadai untuk memutar film-film Bluray dengan resolusi 1080p.

Jumlah expansion slot juga menjadi faktor penentu, karena siapa tau kemampuan apa lagi yang bisa kita tambahkan ke dalam HTPC kita.

Untuk CPUnya, saya memutuskan menggunakan AMD Athlon II X2 240e. Berdasarkan pencarian saya, ini merupakan tipe AMD yang kebutuhan dayanya paling rendah yang bisa ditangani oleh motherboard saya.

Saya tidak memilih AMD Sempron karena secara TDP, baik Sempron maupun AMD 240e sama-sama membutuhkan daya 45 watt. Sebenarnya saya cukup membutuhkan Intel Atom yang dayanya cuma 8 watt, tapi apa daya, motherboard idaman saya, AT5IONT-I Deluxe, tidak terbit-terbit juga sampai deadline yang saya tetapkan terlampaui.

Untuk memory nya, saya putuskan untuk memasang 4GB sekalian. 512 MB akan dialokasikan untuk GPU, dan sisanya untuk prosesor. Sebenernya 1.5 GB sudah cukup untuk keperluan HTPC, tapi boleh dong sekali-sekali mencoba men-jedog-kan kapasitas memory-nya OS 32 bit, hehe.

Untuk wireless network card-nya, saya memutuskan menggunakan Linksys WMP600N. Wi-fi card ini  memiliki kapasitas untuk terhubung dengan wireless N dengan kecepatan maksimum 300 Mbps, dan bekerja pada frekuensi 2.4 GHz dan 5 GHz alias dual band. Dengan begitu, HTPC bisa memanfaatkan jalur 5 GHz untuk menerima streaming file dari NAS via router, dan jalur 2.4 GHz saya sediakan untuk “khalayak ramai”.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s